Melalui Mimbar Jumat, Korprodi S2 Ilmu Lingkungan UNY Sampaikan Hikmah Musibah dan Seruan Menjaga Lingkungan

Yogyakarta, 5 Desember 2025 — Koordinator Program Studi (Korprodi) S2 Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (SPs UNY), Prof. Dr. Edi Istiyono, M.Si., mengisi Khutbah Jumat di Masjid Al-Mujahidin UNY dengan tema “Hikmah Musibah Banjir & Tanah Longsor.” Melalui mimbar Jumat, beliau mengajak jamaah untuk memahami musibah tidak hanya sebagai fenomena alam, tetapi juga sebagai peringatan agar manusia kembali menjaga lingkungan dan meningkatkan ketakwaan.

Dalam khutbahnya, Prof. Edi menguraikan ayat QS. Ar-Rum: 41 yang menegaskan bahwa kerusakan di darat dan laut merupakan akibat dari ulah tangan manusia. Ia mencontohkan berbagai bencana—mulai dari gempa, kebakaran hutan, hingga banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pada November 2025. “Hilangnya hutan di daerah hulu, pembukaan lahan yang tidak terkontrol, dan pembangunan di zona rawan bencana memperbesar risiko banjir dan longsor,” jelasnya.

Prof. Edi memaparkan bahwa musibah memiliki dua sebab: kelalaian manusia dalam mengelola lingkungan, serta dosa dan kemaksiatan yang mengundang hilangnya keberkahan. Ia juga mengingatkan bahwa musibah dapat menimpa siapa saja sebagai bentuk ujian sekaligus pengingat agar manusia kembali kepada Allah.

Selain memberikan refleksi keagamaan, Prof. Edi menekankan tanggung jawab ekologis setiap individu. Ia mengajak jamaah untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan melalui langkah sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon, hingga beralih ke sistem digital guna mengurangi penggunaan kertas. “Orang beriman adalah mereka yang memakmurkan bumi, bukan merusaknya,” tuturnya.

Di akhir khutbah, Prof. Edi mengajak civitas akademika UNY untuk ikut membantu saudara-saudara yang terdampak bencana melalui penggalangan bantuan di tingkat universitas, fakultas, maupun organisasi keislaman. Ia menutup khutbah dengan pesan agar umat tetap sabar, memperbanyak istighfar, dan tidak merasa aman dari ujian Allah.

Melalui mimbar Jumat ini, Prof. Edi Istiyono kembali menegaskan peran penting Ilmu Lingkungan dalam perspektif keislaman: bahwa menjaga alam bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga bagian dari ibadah dan amanah sebagai khalifah di bumi.

Tags: