Dari Lapangan ke Analisis: Mahasiswa S2 Ilmu Lingkungan UNY Dalami Ekologi Pertambangan di Banyumas

Sabtu, 25 Oktober 2025 – Mahasiswa Program Studi S2 Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan praktikum lapangan di Koperasi Sumber Rejeki Paningkaban, Banyumas. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Ekologi Pertambangan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dirancang untuk memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa dalam memahami dinamika pertambangan rakyat serta implikasi lingkungannya.

Adapun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Taufan Kharis, Moh. Aldi, Puji Sri Lestari, dan Nurul Ainunnisa Damayanti. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Prof. Dr. Tien Aminatun, S.Si., M.Si. dan Dr. Ir. Sunar Rochmadi, M.E.S., yang secara aktif memberikan arahan selama proses observasi dan analisis di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan serangkaian kegiatan seperti pengamatan langsung terhadap aktivitas pertambangan, identifikasi kondisi lingkungan sekitar, serta pengumpulan data melalui interaksi dengan pengelola koperasi dan masyarakat setempat. Pendekatan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai keterkaitan antara aspek ekologis, sosial, dan ekonomi dalam praktik pertambangan rakyat.

Bimbingan dari dosen pendamping menjadi aspek penting dalam kegiatan ini, terutama dalam membantu mahasiswa mengintegrasikan konsep teoritis dengan realitas lapangan. Mahasiswa juga mendapatkan pendalaman terkait teknik pengumpulan data, analisis dampak lingkungan, serta penyusunan laporan berbasis kaidah ilmiah.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari pihak Koperasi Sumber Rejeki Paningkaban. Sebagai bagian akhir dari rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan serta penunjukan dokumen kegiatan secara bersama antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pihak koperasi sebagai bentuk legalitas dan dokumentasi pelaksanaan praktikum.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin terasah dalam kemampuan analisis kritis serta memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan di bidang pengelolaan lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan ekologi pertambangan dan penyusunan dokumen AMDAL. (MR)